Cerita tentang Seorang Teman

Siapa yang tak berharap bila setiap keinginannya untuk segera dikabulkan? Jawabannya pun pasti sama, ingin segera dikabulkan. Tak sedikit orang yang sudah berdoa, bersedekah di tengah keterbatasannya, berusaha dengan sebaik-baiknya usaha, dan betawakal dengan sebenar-benarnya. Namun sayang harapannya itu tak sejalan dengan apa yang diinginkan. Kecewa? Pasti. Sedih? Apalagi.

Tapi tahukah kau? Dibalik harapan-harapanmu yang belum sesuai dengan keinginan itu, selalu dan pasti ada pelajaran di dalamnya. Bila Ia belum mengabulkan permintaanmu, bisa jadi Ia akan menggantinya dilain waktu. Mungkin saat ini Ia ingin mendengar setiap rengekanmu, lebih ingin kau mendekat lagi kepadaNya.

Ingatkah firmanNya dalam surat Al-Mu’min : 60.

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepadaKu niscaya akan Aku perkenankan bagimu …’”

Ini janjiNya dan pasti akan Ia kabulkan, tetaplah berdoa dengan sebaik-baiknya berdoa karena itu yang Ia perintahkan.

***

Aku jadi teringat akan seorang teman. Dulu, hampir setiap ia membeli minuman ataupun makanan ringan untuk dirinya pasti ia akan membelikan minuman ataupun makanan ringan untuk orang lain di ruangan yang ditempatinya untuk bekerja. Alasannya? Dia bilang tak enak bila minum atau makan sendiri sedangkan yang lain tidak. Secara tidak langsung ia mengajariku tentang indahnya berbagi. Dan yang ku tahu, keadaan ekonominya pun bisa dibilang cukup untuk memenuhi kehidupannya tapi ia masih mau berbagi padahal belum tentu orang yang mendapat hal itu akan berbalik memberi hal yang serupa. Bahkan tak jarang ia pun mentraktir teman-teman yang lain untuk makan siang.

***

Masih dengan orang yang sama. Aku selalu ingin menirunya dalam hal kedekatannya dengan Sang Pencipta. Sebelum memulai aktifitasnya di pagi hari, ia selalu menyempatkan waktu untuk shalat dhuha. Sesibuk apapun pekerjaannya, pasti yang ia temui pertama kali adalah Sang Pemberi Rezeki.

Bahkan ketika adzan berkumandangpun, ia akan bergegas mengambil air wudhu untuk segera menyambut panggilanNya dan tak lupa untuk mengajak rekan yang lain untuk menunaikan ibadah wajib.

***

Kecewa dan jatuh. Ia pun pasti mengalaminya. Sedih? Tentu saja. Ketika harapannya berbanding terbalik dengan apa yang ia inginkan. Lantas apa yang dilakukannya? Bangkit. Ya bangkit. Temanku ini mulai bangkit lagi dari kekecewaannya, karena ia yakin janjiNya selalu indah. Dari segala hal yang pernah dilakukannya seperti berbagi, shalat di awal waktu, dan lain sebagainya. Tapi Allah malah membuatnya seperti itu. Bukan hanya sekali ataupun dua kali dirinya mendapatkan pahitnya kehidupan. Namun beberapa kali. Mengeluh? Pernahlah ia mengeluh, setelah itu ia mempelajari kesalahannya dan memperbaikinya. Lebih mendekatkan diri kepadaNya.

Kesabaran dalam menjalankan perintahNya dan keyakinan akan janji-janjiNya membuahkan hasil, kini dirinya banyak mendapatkan tawaran-tawaran pekerjaan yang lebih baik bahkan dirinya bisa mengudara menikmati indahnya ciptaanNya.

***

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kisahnya yaitu pelajaran pertama, berbuat baiklah kepada sesama dan jangan mengharapkan balasan dari makhlukNya tapi gantungan harapanmu kepada Dia. Pelajaran kedua, ketika hati dan pikiran kita dekat denganNya maka seruannya akan dengan mudahnya dijalani apapun kondisi dan kesibukan kita. Pelajaran ketiga, berbaik sangkalah akan ketetapan dan musibah yang didapatkan dariNya. Pelajaran keempat, carilah teman yang selalu mengingatkanmu ketika kau terjatuh, teman yang dapat membuatmu lebih dekat denganNya.

***

그리고 생일축하합니다 우리친구 #310

Advertisements

2 thoughts on “Cerita tentang Seorang Teman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s